Beberapa jam yang lalu sebelum tulisan ini disunting, saya baru sadar bahwa tepat tanggal 19 Oktober 2012 adalah peringatan hari jadi Sulawesi Selatan yang ke-343 tahun. Wah, nilai sejarah saya sangat buruk! Saya mengetahuinya melalui jejaringan social bernama Twitter. Cobalah mengecek di linikala, bertebaran ucapan selamat beserta harapan-harapan untuk Sulawesi Selatan.
Kepada siapakah ucapan-ucapan tersebut? Siapakah yang akan mendengarkan harapan-harapan tersebut? Siapa yang akan mewujudkannya? Ya, tidak lain adalah kita semua yang mengucapkannya, penduduk Sulawesi Selatan. Sebab Sulawesi Selatan bukan milik atau tanggung jawab pemerintah saja, tapi kita yang memiliki keterikatan emosinal dengan Sulawesi Selatan, ka Sulawesi Pa’rasanganta’.
Saya hanya mempunyai dua harapan, yakni Sulawesi Selatan tetap harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi penduduk maupun pengunjung. Hanya itu saja. Sebagai anak yang dilahir dan dibesarkan di Makassar, saya bangga. Bangga terhadap suku, budaya, sejarah, kekayaan alam, tempat wisata, makanan tradisional, hingga komunitas-komunitasnya. Dari yang saya sebutkan tadi, saya masih sebatas meng-aku, belum terlalu mengenal, maka dari itulah mari kita menjaga Sulawesi Selatan tetap aman dan nyaman agar kita bisa mengeksplorasinya.
Ini adalah lirik dan arti lagu “Sulawesi Pa’rasanganta”. Ternyata penciptanya pun memiliki harapan yang sama dengan saya, harapan kita semua tentunya.
Sulawesi pa’rasanganta (Sulawesi kampung halaman kita)
Butta passolongan ceratta (Tanah tumpah darah kita)
Anjari tanggungan malompo (Sudah jadi tanggung jawab yang besar)
Rikatte tuma a’buttayya (Bagi kita Masyarakatnya)
Punna tena kisipainga’ (Kalau kita tidak saling mengingatkan)
Naki massing2 ngu’rangi (Dan masing2 menyadari)
Na amang sannang salewangan (Sehingga aman tentram)
Tamakkulle amang boritta (Tidak akan aman kampung halaman kita)
Cini sai bori bellayya (Lihatlah kampung yang jauh disana)
Bella na mo kamajuanna (Sudah sangat jauh kemajuannya/perkembangannya)
Te’ne mamo julu bangsana (Persatuannya yang sangat bagus)
Amang sannang pa’rasanganna (Aman tentram daerahnya)
Sambori sampa’rasanganta (Wahai teman sedaerah)
Baji maki a’julu ati (Alangkah baiknya kita menyatukan hati kita)
Na amang sannang salewangan (Sehingga aman tentram dan sejahtera)
Sulawesi Pa’rasanganta (Sulawesi kampung/daerah kita)
