Taka Bonerate Islands Expedition III : Pulau Jinato dan Pulau Tinabo

Taka Bonerate Islands Expedition III : Pulau Jinato dan Pulau Tinabo

Selepas makan siang, kami menuju Dermaga Rauf Rahman. Kali ini kami menumpang kapal yang cukup besar, memuat sekitar 200 orang. Kapal ini memang dikhususkan untuk para tamu undangan TIE III, jadi kami diabsen dulu sebelum naik ke KLM Cahaya Ilahi, demi kelancaran perjalanan dan menghindari kelebihan kapasitas muatan.

Sekitar pukul 15.00 WITA, kapal yang sudah sesak dipenuhi para tamu dari berbagai instansi akhirnya bergerak menuju Pulau Jinato, pulau yang merupakan pusat penyelenggaraan TIE III. Kami memilih duduk di geladak kapal karena anjungan telah dipenuhi oleh para pejabat, ibu Bupati Kab. Kep. Selayar beserta ibu-ibu PKK. Dan ternyata suasana di luar lebih nyaman karena kami dapat menikmati semilir angin laut, beratapkan langit biru yang cerah dan sesekali mendapat jaringan Edge yang membuat kami tetap eksis meski di tengah lautan.

Taka Bonerate Islands Expedition III : Pulau Jinato dan Pulau Tinabo

Lukisan senja kian lama kian menampakkan keindahannya. Ini hari kedua kami menikmati matahari terbenam di atas kapal. Bagaimanapun sunset tetaplah sunset, yang berbeda adalah tempat di mana kita bisa menyaksikannya. Sensasi yang berbeda menyeruak saya rasakan sampai sampai nafasku tak beraturan dibuatnya. Dalam hati saya bertanya, “akankah dapat saya nikmati pemandangan seperti ini di tempat lain?” Lamunanku langsung berlari, berusaha menemukan Pantai Losari yang kini dalam tahap pembangunan (lagi dan lagi).

Banyak hal yang dapat kami lakukan selama dalam perjalanan. Mulai dari tidur, bangun, tidur lagi, ngemil, foto-foto, ngobrol, berbaur dengan penumpang lain, update status/ngetweet jika beruntung mendapat jaringan, menikmati angin laut yang lembab, menanti sunset, hingga memanjakan mata dengan kerlipan bintang di langit pekat. Ini membuat perjalanan kami begitu berkesan walau hati tak sabar untuk sampai ke Pulau Jinato. Sesekali saya menengok ke depan haluan kapal, berharap ada lampu suar pulau yang dituju.

Taka Bonerate Islands Expedition III : Pulau Jinato dan Pulau Tinabo

Malam makin larut, membuat mata kian kantuk. Tiba-tiba di geladak tempat kami berlesehan ria ramai oleh awak kapal. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Kami pun terbangun dan mencari tahu apa yang terjadi. Ternyata air laut sedang surut sehingga kapal yang kami tumpangi tidak dapat merapat ke dermaga Pulau Jinato, takut kalau kapal tersebut menabrak terumbu karang yang ada di bawahnya. Beberapa panitia yang mengawal kami berusaha mengirim sinyal dari handy talkie-nya ke panitia yang berada di Pulau Jinato. Alhasil, beberapa perahu kecil (jolloro’)yang berada di pulau itu dikerahkan untuk menjemput. Proses pemindahan penumpang dari kapal besar ke perahu kecil di tengah laut tidaklah mudah dan ketegangan kembali dirasakan setelah berada di atas jolloro’ yang melenggak-lenggok diterpa ombak.

Ketika melihat dermaga yang dipenuhi umbul-umbul, rasa cemas itu berubah menjadi gembira dan bangganya lagi, kami disambut oleh penduduk setempat dan puluhan anak SD berseragam pramuka yang bernyanyi “Sorak-sorak Bergembira”. Kami pun langsung digiring menuju rumah Kepala Desa Pulau Jinato untuk bersantap malam. Di sana pun kami disambut oleh anak-anak SD yang memegang karton berukuran A4 yang bertulisankan nama instansi. Mataku tertuju pada anak perempuan yang memegang label BLOGGER, bersanding dengan instansi lainnya seperti Tim Penggerak PKK, Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Pariwisata, dan lain-lain.

Taka Bonerate Islands Expedition III : Pulau Jinato dan Pulau Tinabo

Pulau Jinato merupakan salah satu pulau berpenghuni yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate. Pulau yang besarnya sekitar 27Ha dengan penduduk sekitar 280an KK. Sebagian besar penduduk menggunakan bahasa Bugis yang konon berasal dari Kabupaten Sinjai. Dari segi ekonomi, pulau ini cukup maju dan modern. Terlihat jelas dihampir setiap rumah sudah terbuat dari batu dan antena parabola di halamannya. Mata pencaharian utama penduduk pulau ini adalah membuat perahu dan melaut.

Setelah makan malam dan bercekrama dengan para tamu lainnya, kami diantar ke rumah salah satu penduduk oleh anak perempuan yang memegang label BLOGGER tadi. Namanya Pak Asfar, seorang lelaki muda yang memiliki keluarga kecil. Malam itu kami beristirahat di rumah beliau dan pagi harinya kami akan berangkat ke Pulau Tinabo. Pulau yang jadi pusat pemberdayaan wisata di Taman Nasional Taka Bonerate.

Related Posts

Posted under: Kegiatan, Perjalanan

Tagged as: , , ,

Leave a Reply

facebooklikebutton.co